MEMPERSIAPKAN INDONESIA UNTUK BERSAING SECARA GLOBAL
Saat ini dunia semakin terbuka. Pasar bebas dunia sedang terjadi dan semakin berkembang tahun ke tahun. Jika negara-negara lain seperti Malaysia, Korea, India, Brunei dsb telah mengaplikasikan bilingual dalam Bahasa sehari-hari, Indonesia juga berwacana seperti mereka. Namun, kurangnya sumber daya dan pengetahuan serta metode dan konsistensi yang mengakibatkan pengimplementasiannya sangat-sangat lambat. Kurangnya kesadaran generasi orang tua serta generasi-generasi sebelumnya akan hal ini akan mengakitbatkan bencana untuk generasi penerus apabila tidak jauh-jauh hari dipersiapkan.
Bahasa bukanlah sebuah pengetahuan yang bisa diperoleh dengan singkat layaknya mempelajari rumus ataupun menyelesaikan sebuah buku.
Bahasa memerlukan waktu yang panjang untuk dikuasai. Dan cara terbaik menguasai suatu bahasa adalah dengan menggunakannya setiap hari.
Demi menindak lanjuti hal tersebut, terbentuklah suatu program yang bernama Global Vibe Inspiration. Suatu program yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya Bahasa Inggris untuk generasi-generasi milenial dan seterusnya. Kita ingin menghindari terjadinya pembabuan di negeri sendiri akibat kurangnya daya saing dan kemampuan berkomunikasi international yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Bahasa bukanlah sebuah pengetahuan yang bisa diperoleh dengan singkat layaknya mempelajari rumus ataupun menyelesaikan sebuah buku.
Bahasa memerlukan waktu yang panjang untuk dikuasai. Dan cara terbaik menguasai suatu bahasa adalah dengan menggunakannya setiap hari.
Demi menindak lanjuti hal tersebut, terbentuklah suatu program yang bernama Global Vibe Inspiration. Suatu program yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya Bahasa Inggris untuk generasi-generasi milenial dan seterusnya. Kita ingin menghindari terjadinya pembabuan di negeri sendiri akibat kurangnya daya saing dan kemampuan berkomunikasi international yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Global Vibe Inspiration ingin pemuda -pemudi yang saat ini sedang menempuh jalur pembelajaran sadar bahwasannya mereka berada dalam posisi yang teramat berisiko. Mereka 10 tahun kedepan tidak akan hanya bersaing dengan teman-teman ataupun lingkungan sendiri. Namun, dengan jutaan orang asing yang akan sili berganti keluar masuk Indonesia dan negara-negara lainnya. Keterbukaan dunia, teknologi dan mudahnya akses transportasi antar negara telah banyak mempersiapkan dunia yang lebih terbuka. Kedepannya akan lebih banyak orang-orang asing yang telah kehabisan jatah dan peluang di negara-negara maju tempat mereka tinggal, akan mencari peluang ke negara-negara berkembang yang masih banyak memiliki peluang dan potensi. Mereka tidak salah, itu adalah suatu hal yang normal. Namun, ketika itu terjadi, mereka akan membangun banyak fasilitas, gedung, perusahaan, sekolah, rumah sakit, instansi dan sebagainya. Tentunya kamu yang mungkin akan tamat dan bekerja akan melamar ke salah satu perusahaan-perusahaan tersebut. Karena perusahaan-perusahaan international itu tentunya memberikan gaji yang besaaarr jika dibandingkan dengan lokal.
Namun, bagaimana kamu bisa bersaing dan bersaing apabila kamu tidak memiliki skill berkomunikasi Bahasa Inggris? Bagaimana kamu melakukan pekerjaan, pendataan, laporan, presentasi, komputerisasi yang pastinya menggunakan Bahasa Inggris dikarenakan skala international? Bagaimana kamu berkomunikasi dengan rekan kerja, atasan dan lingkungan? Alhasil kamu berujung sebagai Cleaning Service dan Security dll yang mungkin tidak terlalu memerlukan Bahasa Inggris. Semua pengorbanan, ilmu dan waktu sia-sia hanya karena kamu hanya bisa melakukannya dalam bahasa Indonesia.
Jika pun kamu ingin menjadi entrepreneur dan pebisnis yang tidak terikat dengan perusahaan ataupun instansi, bagaimana kamu yakin bahwasannya bisnis kamu akan berkembang? karena semua stock dan proses eksport-import itu berkaitan dengan produksi dari negara lain seperti China, Thailand, dsb. Bisnis tidak akan maju dan berkembang seperti halnya pengusaha-pengusaha konglomerat.
Untuk itu, dan karena sebab dan permasalahan tersebutlah. Ilham Saheri selaku founder dari Global Vibe Inspiration merasa faktor bahasa Inggris ini bukan main main. Setidaknya ini tidak terlihat saat ini oleh kalangan-kalangan pemimpin karena mereka telah hidup di zaman yang berbeda dan mungkin tidak akan merasakan dampaknya di zaman yang akan datang. Namun, para pemuda yang notabenenya SD sampai Kuliah saat ini akan terkena dampak tersebut. Menjadi Babu di negeri sendiri layaknya Singapore, Dubai, USA, Rusia, dsb yang merupakan bukti nyata bahwasannya penduduk asli nya kalah saing dengan pendatang dan tidak bisa bertahan adalah gambaran yang akan terjadi 20-50 tahun kedepan. "MENJADI BABU DI NEGERI SENDIRI" adalah hal yang paling menyakitkan.
Untuk itu, program penyebaran Bahasa Inggris yang dibawakan oleh Global Vibe Inspiration dan cara-cara mudah yang bisa mereka praktekkan dari sekarang akan sangat berpengaruh untuk masa depan bangsa.
Dan saat ini, Global Vibe Inspiration dalam 9 bulan terakhir hingga September 2018, telah berhasil melatih dan mensosialisasikan pembelajaran praktikal Bahasa Inggris ke 10.000an lebih pelajar di Indonesia yang bermulai dari Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya untuk 1 tahun pertama.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar